Welcome, visitor! [ Register | LoginRSS Feed

Polusi Udara Cikarang Area Industri

| Sold Out | 17/06/2014

Sekarang ini masalah polusi udara menjadi masalah yang penting dan mengancam kehidupan manusia. Gas-gas yang di keluarkan dari kendaraan bermotor, asap pabrik, atau pembakaran sampah oleh penduduk memicu bertambahnya polusi terhadap udara.  Kondisi polusi udara di Cikarang semakin mengkhawatirkan. Proses produksi baik dari Kawasan industri, zona industri dan pengelolaan limbah tradisional dianggap berpotensi besar dalam menyumbang pencemaran terbanyak dan sudah melebihi ambang batas baku mutu.

Dari hasil monitoring kualitas udara Jawa Barat yang meneliti tingkat Polusi udara dengan system Air Quality Monitoring System (AQMS), mencatat tiga kategori pencemaran yang cukup parah.

Yakni, SO2 (sisa pembakaran diesel dan batu bara) max = 365 mikrogram per normal meter kubik,

PM10 (partikulat matter) Max = 150 mikrogram per normal meter kubik

TSP (total suspendik partikulat) di atas 120 mikrogram per normal meter kubik.

Polusi udara didefinisikan sebagai kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti. Pencemaran udara dapat ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun kegiatan manusia. Beberapa definisi gangguan fisik seperti polusi suara, panas, radiasi atau polusi cahaya dianggap sebagai polusi udara. Sifat alami udara mengakibatkan dampak pencemaran udara dapat bersifat langsung dan lokal, regional, maupun global. Industri selalu dikaitkan sebagai sumber pencemar karena aktivitas industri merupakan kegiatan yang sangat tampak dalam pembebasan polutan  ke lingkungan, termasuk polusi udara.

Pada saat orang menarik nafas, udara yang mengandung partikel akan terhirup ke dalam paru-paru. Ukuran partikel (debu) yang masuk ke dalam paru-paru akan menentukan letak penempelan atau pengendapan partikel tersebut. Partikel yang berukuran kurang dari 5 mikron akan tertahan di saluran nafas bagian atas, sedangkan partikel berukuran 3 sampai 5 mikron akan tertahan pada saluran pernapasan bagian tengah. Partikel yang berukuran lebih kecil, 1 sampai 3 mikron, akan masuk ke dalam kantung udara paru-paru, menempel pada alveoli. Partikel yang lebih kecil lagi, kurang dari 1 mikron, akan ikut keluar saat nafas dihembuskan.

Pneumoconiosis adalah penyakit saluran pernapasan yang disebabkan oleh adanya partikel (debu) yang masuk atau mengendap di dalam paru-paru. Penyakit pnemoconiosis banyak jenisnya, tergantung dari jenis partikel (debu) yang masuk atau terhisap ke dalam paru-paru. Beberapa jenis penyakit pneumoconiosis yang banyak dijumpai di daerah yang memiliki banyak kegiatan industri dan teknologi, yaitu Silikosis, Asbestosis, Bisinosis, Antrakosis dan Beriliosis.

Efek dari emisi debu di kawasan industri dapat diminimalisasi dengan melakukan kontrol terhadap industri sebagai sumber polutan yaitu dengan memasang alat-alat pemisah debu untuk memisahkan debu dari alirah gas buang.

polusi-udara-cikarang

polusi-udara-cikarang

  

184 total views, 2 today

  

Leave a Reply

Facebook Friends

Listing Update